Penulis adalah Hatta Bachtiar (Tata)_Kuwatno. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Cerpenku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpenku. Tampilkan semua postingan

CERPEN Marsih dan Jabang Bayi

Marsih dan Jabang Bayi

Malam kian menampakan eksisitensi diri  diiringi celoteh ratusan jangkrik, serta teriak para  kodok yang tengah kawin  ditepi kolam dekat rumahku. Sebenarnya terlalu mewah jika kukatakan sebagai rumah, sebab bangunan yang kutempati bahkan serupa gubuk sawah dekat kandang bebek kang Mahmud, tetangga desaku yang telah menduda sejak tahun 2003 karena gugat cerai atas dasar ketidakpuasan ekonomi yang dilayangkan istrinya ke Kantor Pengadilan Agama di Batarbarang, Rembang. Gubuk sederhanaku terbuat dari kayu, plastik, terpal serta beberapa lembar seng yang banyak karat serta berlubang, jika hujan tiba maka ia memberikanku tetes tetes terbaiknya, hingga aku terusik dingin gemerisik hujan yang bermain lompat lompatan menuju tanah dengan gaya terjunnya yang ekstrim tanpa parasut. Aku yakin benar, pasti sakit sekali rasanya jatuh menabrak bumi tanpa parasut, ditambah lagi harus mendarat di batu, kayu, atap, jalan, jembatan dan segalanya yang tak pernah seempuk kasur randu.
Hujan terkadang membuatku merasakan kemiripan takdir hidupku dengannya yang penuh hujat hina dari mulut penuh bisa orang sekitar atas kemelaratanku. Namun hebatnya,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERPEN Aku Takut Mencintaimu

Aku Takut Mencintaimu
Penulis : Kuwatno (Tata)

Waktu bergulir begitu cepat, sudah satu semester lebih Ayu diam-diam mengagumi Ikhsan, kakak kelas Ayu di sekolah, anaknya baik, cakep, keren ,pinter, sopan,  tegas pula. Tapi Ayu sendiri belum tahu apakah kak Ikhsan tau kalau sebenarnya selama ini Ayu mengaguminya, yang kini rasa kagum itu mengantarkan Ayu mulai  merasakan tumbuhnya butiran-butiran benih cinta yang perlahan tumbuh di hatinya. Ayu hanya berani bercerita tentang persaan ini sama sahabat-sahabatnya di sekolah, sahabat yang bisa ngertiin Ayu, yaitu, Kirana, Adis dan Zenal. Nah, kebetulan di antara mereka yang jomblo tinggal Ayu. Kirana sama Zenal, Adis sama Rizki. Sedangkan Ayu? She doesn’t know, yah Ayu sendiri ga tau ini cuman perasaan iri doang liat temen-temen pada punya pacar ataukah memang Ayu bener-bener jatuh hati sama kak Ikhsan, tapi Ayu dah janji sama mama kalau dia di MA bakalan bener-bener niat mau belajar dan gax pacaran meskipun sekarang gejolak asmara telah hinggap dan menyinggahi hatinya. Sahabat-sahabatnya juga udah tau semua tentang ini dan mereka selalu memberi semangat buat Ayu, di kala ia sedih, mereka selalu ada buat Ayu, mereka kompak dan gak gampang percaya sama omongan jelek dari orang lain kalau itu akan  merusak persahabatan mereka.

**** **** ******
Suatu hari ,ada sms yang Ayu sendiri gax nyangka itu sms dari Kak Ikhsan,
“Assalamu’alaikum ya Ukhti, pa bner ni Nomrnya De Ayu?  “ begitulah temen-temen sekolah memanggilnya, Ayu. Lengkap namanya adalah Ayu Kusuma tapi akrabnya ia dipanggil Ayu di sekolah sama temen-temen. Begitu juga dengan sapaan Kak Ikhsan ini, pesan yang Ayu baca dari ponselnya yang seketika itu juga ia cepat membalasnya,
“Wa’lkmsalam ya Akhi, iya Kak,,, betul ni  Nmer Ayu. Ada pa ya ka?”, dia balik tannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERPEN Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Penulis : Kuwatno (Tata)

Di malam minggu yang melelahkan ini sepulang dari kegiiatan MPP (Masa Penghayatan Penggalang) Iwan masih duduk terpaku dan berteman pilu di Sanggar sendirian, hanya angin dan dingin yang menyapanya yang merasuk ke sendi-sendi tulangnya hingga membawa Iwan ke alam keheningan karena  semua teman sudah pada pulang. Baru saja Iwan dan teman-teman panitia MPP mendapat cacian dari wali murid karena proses pemulangan peserta sampai larut malam. Ditambah lagi dengan kondisi fisiknya yang kurang sehat dan batinnya yang tengah risau memikirkan Rani. Ani Raswarani yang akrab di panggil Rani adalah sesosok wanita anggun dan solehah yang Iwan harapkan  kelak bersamanya meniti titian kehidupan, yang sekarang Rani tengah jauh di sana. “Mungkinkah Rani juga sedang merasakan  keresahan seperti apa yang kini aku rasakan”, gumamnya dalam hati. Angannya terus melayang akan Rani yang benar-benar ingin Iwan temui.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS