Aku mengawali tarian pena
ini pada hari yang penuh dengan warna-warni. (walna melah, kuning, bilu, hijau
dan kawan-kawanya. Eh bacanya nada pelo-pelo gitu yah biar keinget masa
kanak-kanak kan lucu tuh kaya muka kamu. Hihihi justkiding ya Guys) Ok, saya
lanjutkan lagi, Ada kalanya warna itu cerah ada waktunya warna itu kelam. (Ophs
jangan tanya dulu , kenapa gx ada yang agak cerah atau cerah baget, apa lagi
kalo yang beud, ga ada di sisni, soalnya di sini bukan lagi alay-alayan. Ok
Cemungutz mari kita lanjutkan).
Hidup nampak seperti
perputaran roda dengan kepastian di dalam ketidak kepastian. (haha kata-kata
ini ngambil kata-katanya Bu dosen waktu lagi kul KALKULUS saat teori bilangan,
terus apa hubungannya jangan tanyakan. Aku juga ga begitu paham hehehe) Tidak
terduga, kita berada di atas, bisa di atas rumah, di atas pohon pokoknya di
atas-atas lah dan tidak menyangka pula tiba-tiba jatuh ke bawah lembah. Ya ga cuman lembah si, itu hanya kiasan saja,
simpelnya gini hidup kadang di atas kadang di bawah tapi karena biar tulisannya
panjang kan keren tuh kalo posting bacaanya panjang kaya orang pinter banget
haha, padahal ya ga :D





